Cara Mencegah Penyakit Raja Singa

mencegah raja singa

Penyakit raja singa ataupun penyakit sifilis adalah salah satu penyakit menular seksual dan biasanya infeksi ditularkan melalui kontak langsung dengan seseorang yang telah menderita sifilis melalui kulit, selaput lendir seperti Miss V, anus, rektum, bibir, atau melalui mulut yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Namun, penularan yang paling umum terjadi karena aktivitas seksual seperti seks oral, anal, atau vaginal. Meski jarang, sifilis bisa menyebar saat berciuman. Sifilis awalnya hadir sebagai luka yang tidak menyakitkan pada alat kelamin, rektum, mulut, atau permukaan kulit, dan bisa menjadi tidak aktif dan hidup dalam tubuh selama bertahun-tahun dan, terkadang, beberapa dekade.

Akan tetapi walaupun penyakit raja singa ataupun sifilis ini sangat menular, namun kabar baiknya penyakit ini bisa saja dicegah dengan berbagai macam cara, lalu cara apakah yang paling ampuh untuk mencegah penyakit raja singa ini? Jika Anda penasaran simak terus artikel ini sampai tuntas.

Cara Mencegah Penyakit Raja Singa

- Cara mencegah penyakit raja singa yang pertama adalah dengan menghindari segala bentuk kontak intim dengan seseorang yang Anda kenal sudah terinfeksi raja singa.
- Jika Anda tidak tahu apakah pasangan seksual Anda terinfeksi atau tidak maka ada baiknya gunakan kondom di setiap aktivitas seksual, akan tetapi kondom hanya mampu melindungi dari luka yang tertutup oleh kondom dan tidak akan melindungi dari paparan luka pada area lain di bagian tubuh
- Cara mencegah penyakit raja singa selanjutnya adalah dengan pantang melakukan berbagai macam aktivitas seks
- Melakukan hubungan seks dengan pasangan Anda yang sudah sah
- Menggunakan bendungan gigi (berbentuk kotak plastik) selama oral seks
- Menghindari mainan seks yang biasanya digunakan bersama
- Menghindari alkohol dan obat-obatan yang berpotensi menyebabkan praktik seksual yang tidak aman.

Tahapan Infeksi Sifilis

- Sifilis Primer
- Sifilis Sekunder
- Sifilis Laten
- Sifilis Tersier

Biasanya tanda pertama sifilis adalah timbulnya rasa nyeri kecil tanpa rasa sakit yang bisa muncul di organ seksual, rektum, atau di dalam mulut atau yang biasa disebut chancre.

Penyakit sifilis bisa menjadi tantangan untuk diagnosa, karena seseorang bisa terinfeksi tanpa menunjukkan gejala apapun selama bertahun-tahun, bahkan sifilis yang tidak diobati dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan besar pada organ penting, seperti jantung dan otak.

Perlu Anda ketahui juga bahwa penyakit sifilis ataupun raja singa ini hanya menyebar melalui kontak langsung ataupun kontak seksual langsung dengan chancres sifilis, dan tidak dapat ditularkan dengan berbagi toilet dengan orang lain, mengenakan pakaian orang lain, atau menggunakan peralatan makan orang lain.

Bagaimana Penyakit Raja Singa Didiagnosis?

Jika Anda aktif secara seksual dan berpikir bahwa Anda mungkin menderita sifilis, maka segeralah pergilah ke dokter Anda. Biasanya dokter akan mendiagnosis seseorang yang mengalami penyakit raja singa atau sifilis dengan cara mengambil sampel darah atau urin.

Setelah itu biasanya dokter juga melakukan serangkaian tes medis, dan dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, selain itu dokter juga akan mengambil sampel dari luka ataupun cairan lendir untuk mengetahui apakah ada bakteri sifilis atau tidak.

Jika Anda hamil, mungkin dokter akan memeriksakan secara lebih mendalam karena bakteri bisa berada di tubuh Anda tanpa Anda sadari. Hal ini untuk mencegah janin terinfeksi sifilis kongenital ataupun sifilis kehamilan, karena sifilis kongenital dapat menyebabkan kerusakan parah pada bayi yang baru lahir, bahkan bisa berakibat fatal.

Itulah tadi berbagai macam cara mencegah penyakit raja singa yang dapat Kami bagikan kepada Anda dan semoga saja artikel ini dapat menambah wawasan untuk Anda.