3 Metode Sunat Yang Populer di Indonesia

Mendengar kata sunat, bagi seorang anak-anak pasti itu akan cukup mengerikan. Namun ada juga beberapa anak-anak yang sangat senang dan ingin sekali disunat. Bagaimana tidak, dengan disunat kadang anak-anak menyangka itu cara mudah untuk mendapatkan uang banyak? Betul kan?

Terkadang anak laki-laki yang sudah memasuki usia 6-10 tahun selalu ingin melakukan sunat. Mereka ingin sunat karena melihat rekan-rekannya yang lain sudah di sunat dan rekan-rekannya tersebut bisa membeli mainan-mainan kesukaannya. Namun sunat juga bukanlah suatu hal yang harus dilakukan dengan paksaan pada orang tersebut.

Hingga saat ini sunat masih dianggap sebagai kebudayaan dari golongan tertentu saja. Sehingga masih banyak laki-laki yang sudah dewasa tidak melakukan sunat. Padahal dengan melakukan sunat bisa menghindari berbagai penyakit kelamin dan penyakit menular seksual lainnya.

Di Indonesia terkenal dengan tiga cara operasi sunat. Apa saja cara sunat, mungkin banyak orang yang belum mengetahui bagaimana seorang melakukan sunat. Berikut tiga cara sunat yang sudah terkenal di Indonesia untuk menghindari penyakit raja singa. Dalam dunia medis dikenal dengan sebutan operasi ataupun prinsip sunat.

Berikut tiga cara operasi sunat

Sunat konvensional

Sunat yang dikenal sejak awal adalah sunat konvensional. Dahulu mungkin orang mengenalnya dengan sebutan sunat ‘bengkong’ sebutan sunat bengkong memang cukup terkenal di Jakarta dan sekitarnya. Sebutan bengkong memang menjadi istilah bagi tukang sunat yang melekat di masyarakat Jakarta.

Sunat konvensional bengkong ini biasanya dilakukan dengan memotong sedikit demi sedikit kulup penis. Biasanya para tukang sunat konvensional melakukan dengan cara melingkar dari atas ke kanan lalu kebagian bawah. Setelah itu melingkar ke kiri dan bawah.

Sunat seperti ini biasanya dilakukan dengan tempo waktu 30-40 menit dan memang pendarahan yang terjadi cukup banyak. Tetapi waktu penyembuhan dari sunat konvensional bisa lebih cepat. Namun laki-laki yang di sunat secara konvensional biasanya tidak diperkenankan mandi.

Operasi Sunat Laser

Sunat laser mungkin menjadi salah satu sunat yang sudah masuk di jaman modern. Karena metode sunat yang dilakukan untuk mencegah tingginya pendarahan yang terjadi apabila sunat dilakukan dengan teknik konvensional. Namun sebenarnya teknik laser bukanlah sunat yang menggunakan laser yang biasa digunakan pada dunia kedokteran.

Sunat laser, adalah sunat yang dilakukan dengan cara besi yang dipanaskan seperti solder. Alat tersebut dikenal dengan sebutan electric cauter. Dimana lempeng besi tersebut harus dipanaskan terlebih dahulu, lalu alat yang sudah dipanaskan tersebut akan digunakan untuk memotong bagian kulup penis.

Metode sunat laser di Klinik Gracia Cideng memang cukup singkat yaitu berkisar 15-30 menit. Namun memiliki resiko yang cukup tinggi. Dimana jika terjadi kesalahan prosedur, maka penis pria bisa mengalami masalah seperti cacat dan sebagainya.

Sunat Metode Klamp

Metode klamp merupakan metode sunat yang terbaru hingga saat ini. Teknik sunat dengan metode klamp sendiri sudah cukup terkenal, karena waktunya cukup singkat dan orang yang melakukan sunat menggunakan metode klamp bisa sembuh dan beraktivitas dalam waktu hanya beberapa jam setelah sunat.

Bahkan sunat dengan klamp, bisa langsung memakai celana, berbeda dengan metode sunat lainnya. Dimana pasien yang usai di sunat harus memakai sarung hingga kulup penis cukup kering. Alat klamp akan menempel dibagian kepala penis untuk melindungi luka yang ada.

Teknik klamp sendiri memerlukan waktu yang lebih singkat, sekitar 7-15 menit. Dimana setelah itu laki-laki usai melakukan sunat bisa mandi dan melakukan aktivitas lainnya. Bahan klamp yang digunakan pun sangat aman ditaruh pada kepala penis.

Tiga operasi atau teknik sunat itulah yang saat ini ada di Indonesia. Teknik tersebut pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saat ini yang sedang eksis di Indonesia adalah teknik sunat klamp. Meskipun masih ada beberapa wilayah yang melakukan sunat dengan metode konvensional.